Selasa, 03 Mei 2011

Perkecambahan Biji Kacang Hijau

Catatan 2009
Kutipan Laporan Praktikum Matkul Biologi Umum
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM


PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU





Oleh :

Een Nur Robithoh
093654236

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2009

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai tumbuhan yang jenisnya sama memiliki keadaan yang berbeda. Ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah dari yang lainnya. Ada yang nampak layu dan ada pula yang subur. Semua itu diakibatkan oleh keadaan lingkungan yang berbeda. Pertumbuhan tanaman khususnya tanaman yang berasal dari biji-bijian diawali oleh perkecambahan yaitu proses perkembangan awal suatu tumbuhan dimana embrio di dalam biji yang semula pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Proses perkecambahan menjadi faktor penentu utama apakah tumbuhan dapat berkembang atau tidak dan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Untuk mengetahui bagaimana keadaan lingkungan mempengaruhi perkecambahan, maka dilakukan percobaan tentang perkecambahan kacang hijau dengan faktor manipulasi berupa konsentrasi larutan.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh konsentrasi larutan terhadap perkecambahan biji kacang hijau?

C. Hipotesis
Jika konsentrasi larutan tinggi maka perkecambahan semakin terhambat.

D. Tujuan
Untuk mengetahui
pengaruh kosentrasi larutan terhadap perkecambahan biji kacang hijau.


A. Rancangan Percobaan



A. Hasil
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 1: Pengaruh konsentrasi larutan terhadap perkecambahan biji kacang hijau
Hari ke- Pengamatan
A B C
B1 B2 B3 C1 C2 C3
J T J T J T J T J T J T J T
1 5 - 5 - 5 - 5 - 5 - 5 - 5 -
2 - - - - - - - - - - - - - -
3 - - - - - - - - - - - - - -
4 - - - - - - - - - - - - - -
5 - - - - - - - - - - - - - -
6 - - - - - - - - - - - - - -
7 - - - - - - - - - - - - - -
Keterangan:
A = 50 tetes air J = Jumlah
B = Larutan cuka 25% T = Tinggi
B1= 10 tetes air + 40 tetes cuka 25%
B2= 20 tetes air + 30 tetes cuka 25%
B3 = 30 tetes air + 20 tetes cuka 25%
C = Larutan garam 250%
C1= 10 tetes air + 40 tetes garam 250%
C2= 20 tetes air + 30 tetes garam 250%
C3 = 30 tetes air + 20 tetes garam 250%

B. Analisis
Berdasarkan data yang telah diperoleh, percobaan yang kami lakukan mengenai pengaruh konsentrasi larutan terhadap perkecambahan biji kacang hijau tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Tampak pada tabel bahwa percobaan hari ke-2 dan seterusnya hingga hari ke-7 tidak mengalami perkecambahan sama sekali sehingga jumlah dan tingginya tidak dapat ditentukan. Namun dilihat dari sisi perubahan warna dan ada tidaknya jamur dapat dilihat perbedaan diantara ketiganya yaitu tanaman kontrol (A) ditumbuhi jamur, tanaman yang diberi larutan cuka (B) bijinya membusuk, dan tanaman yang diberi larutan garam (C) bijinya agak membusuk.

C. Pembahasan
Percobaan yang telah kami lakukan tidak bisa menghasilkan data yang valid. Hal ini disebabkan karena proses perkecambahan pada tanaman kacang hijau tidak terjadi sehingga kami tidak dapat mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi larutan terhadap proses perkecambahan.
Tidak terjadinya perkecambahan kemungkinan disebabkan oleh variabel pengganggu seperti adanya jamur yang menghambat proses perkecambahan, kurangnya pemberian cairan pada tanaman sehingga tanaman mengalami kekeringan, serta ketebalan kapas yang terlalu tebal sedangkan cairan yang diberikan hanya 50 tetes. Pada tanaman kontrol (A) ditumbuhi jamur karena keadaan biji kering kekurangan cairan, tanaman yang diberi larutan cuka (B) bijinya membusuk karena asam yang diberikan terlalu lemah, dan tanaman yang diberi larutan garam (C) bijinya agak membusuk karena NaCl sebgai penghambat perkecambahan mempunyai sifat osmotik tinggi.
Secara umum, faktor cairan menjadi penyebab utama tidak berkecambahnya biji karena jumlah air yang diserap tidak mencapai kebutuhan minimum. Ada batas minimum serapan air yang harus dilampaui agar perkecambahan dapat berlangsung (Bewley dan Black; 1982).



BAB V
SIMPULAN

Pada percobaan yang kami lakukan yaitu perkecambahan biji kacang hijau dapat disimpulkan:
  1. Tidak terjadi perkecambahan karena kurangnya cairan pada biji kacang hijau.
  2. Kondisi lingkungan mempengaruhi perkecambahan biji kacang hijau. Jika kondisi lingkungan buruk, maka tidak akan terjadi perkecambahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar